Public Speaking (pengenalan)

Pentingnya Public Speaking

Ketrampilan untuk berbicara di depan umum atau yang lebih di kenal public speaking memberikan peran besar dalam keberhasilan seseorang. Karena ketrampilan inilah yang membuat seorang pemimpin dapat memberikan pengaruh positif bagi anak buahnya. Karena ketrampilan inilah seorang penguasaha berhasil menjalin kerjasama positif dengan klien-klien nya.

Ketika Anda berada di sebuah panggung, di dalam sebuah rapat perusahaan, ataupun berbicara dengan seorang pemimpin penting, anda mungkin merasa grogi hingga keringat bercucuran atau bahkan merasa gemetar. Gugup atau grogi adalah sesuatu yang alamiah, namun hal tidak boleh menghambat Anda untuk mencapai kesuksesan. Bahkan sebaliknya, anda bisa menggunakan rasa gugup anda untuk mencapai kesuksesan. Caranya bagaimana? Kuasailah ketakutan dan rasa gugup Anda.

Rasa gugup seringkali muncul karena rasa tidak percaya diri yang begitu kuat menguasai Anda. Hal ini dipicu karena anda terfokus pada kelemahan Anda. Jadi cara mengatasinya adalah dengan fokuskan diri Anda pada hal-hal lain di sekitar anda, selain diri anda sendiri. Anda bisa mencoba fokus kepada lingkungan sekitar anda, orang-orang yang hadir, atau materi yang akan anda bawakan.

Kendala dan Solusi dalam Public Speaking

Dalam berbicara di depan banyak orang, seringkali kita menjumpai berbagai kendala, seperti sebagai berikut:

  • Kurang percaya diri.
  • Terbata-bata atau gagap.
  • Kurang Ekspresi.
  • Mendadak lupa apa yang ingin disampaikan.

Kendala – kendala diatas dapat diatasi dengan tips – tips  sebagai berikut:

  • Gugup: Atur nafas dan konsentrasi pada persiapan Materi
  • Kurang percaya diri:
    • Kenali audience atau orang yang anda hadapi.
    • Berpakaian dengan Baik.
  • Terbata-bata atau gagap.
    • Atur tempo dan Jangan terlalu cepat dalam berbicara.
    • Atur Intonasi.
  • Kurang Ekspresi.
    • Latihan berbicara depan cermin.
    • Jangan takut untuk berekpresi
    • Berdiri terbuka.
    • Tatap mata minimal 2 detik
    • Gunakan tangan anda sebagai penekan point pembicaraan
    • Hindari garuk garuk muka
  • Mendadak Lupa.
    • Membuat Que Card atau contekan
    • Membuat Catatan urutan acara atau Rundown

 

Latihan Public Speaking

                Ketrampilan Public Speaking ini tidak langsung dapat kita kuasai dalam waktu singkat. Akan tetapi bukan hal yang mustahil dikuasai jika kita rajin dan penuh semangat berlatih. Terdapat 3 jenis latihan yang dapat kita lakukan dalam melatih ketrampilan public speaking, yaitu:

1. Latihan Vokal

  • Ucapkan A, I, U, E, O dengan intonasi dan volume sejelas mungkin, sebanyak 8 kali
  • Ucapkan Man, mein, min, moun, mun dengan intonasi dan volume sejelas mungkin, sebanyak 8 kali
  • Motor boat: majukan kedua bibir dan menggetarkan keduanya 8 kali
  • Humming: mengkatupkan kedua bibir dan menggetarkan tenggorokkan
  • Memijat rahang: memijat kedua sisi rahang dengan menggunakan jari
  • Lion face: menutup mata dan rahang dengan erat dan kemudian membukanya dengan lebar dan menjulurkan lidah keluar
  • Menyapu bibir: julurkan lidah keluar dan memutari bibir
  • Artikulasi: kejelasan dari pengucapan kata sangat penting dalam menyampaikan informasi
  • Intonasi: naik turun nada bicara menghindari kebosanan pendengar.
  • Pemilihan bahasa: menyesuaikan dengan umur dan jabatan pendengar
  • Gesture: gerakan tubuh membantu pembiraca untuk dapat mengutarakan informasi
  • Mimik wajah: ekspresi wajah pembicara membantu pendengar dalam memperhatikan penjelasan dari pembicara
  • Penampilan: Penampilan menyesuaikan dengan konsep acara

 

2. Latihan Pernafasan

          Untuk kekuatan dan daya tahan suara memerlukan latihan pernafasan. Pernafasan yang paling baik adalah pernafasan Diafragma. Pernafasan diafragma membuat pembicara tidak lelah ketika harus berbicara dalam waktu yang lama, menghindari sakit tenggorokan, serta suara yang lebih nyaman dan jelas didengar.

          Latihan pernafasan diafragma dengan cara: tangan kiri memegang pundak kanan, dan tangan kanan memegang perut. Ambil dan keluarkan nafas secara teratur. Pernafasan diafragma ditandai dengan perut mengembang ketika mengambil nafas  dan perut mengempis ketika mengeluarkan nafas, namun bahu tidak bergerak.

(UNISON)